Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi bagi sebagian orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri sendiri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental. Ada beragam manfaat puasa lainnya untuk kesehatan fisik seperti berikut ini.
- Membantu memperbaiki kondisi medis.
Berpuasa, diiringi dengan pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya, dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
- Menyehatkan jantung.
Sebuah
penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali
memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung,
dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa.
Selain
itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat
mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes. Namun demikian,
masih perlu dilakukan penelitian lebih menyeluruh. Ingatlah bahwa untuk
menjaga kesehatan jantung, faktor-faktor lain, seperti pola makan dan
olahraga teratur, memiliki peranan yang besar.
- Mengurangi risiko kanker.
Selama
berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor
pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Penelitian yang
dilakukan terhadap tikus membuktikan bahwa hal ini mampu mengurangi
risiko kanker. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui apakah kondisi tersebut berlaku pada manusia.
- Menjaga berat badan.
Pembakaran
lemak menjadi energi dapat membantu mengurangi berat badan dan tingkat
kolesterol. Turunnya berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan
diabetes dan tekanan darah.
Di sisi
lain, berat badan memang akan turun jika Anda seharian tidak makan dan
tidak mendapat asupan kalori seperti biasanya, namun bisa naik kembali
pada saat Anda tidak berpuasa. Hal ini karena ketika berpuasa, Anda
kehilangan cairan, bukan berat badan substansial. Terlebih lagi ketika
berbuka puasa, Anda justru melampiaskan nafsu makan.
Oleh
karena itu, penting untuk tetap mengendalikan makan pada saat Anda
tidak berpuasa. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung cukup
energi, seperti serat, protein, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang
seimbang. Pola makan yang sehat dan seimbang, serta asupan cairan yang
cukup dapat membantu menjaga berat badan Anda.
Kondisi Yang Berisiko untuk Berpuasa
Selain bermanfaat, puasa dapat menjadi berbahaya ketika Anda
melakukannya tanpa makan sahur atau saat kondisi tubuh tidak sehat.
Berikut beberapa kondisi yang berisiko untuk berpuasa.
- Memiliki tekanan darah rendah atau hipotensi
- Kurang darah atau anemia
- Diabetes
- Gangguan makan
- Memiliki masalah ginjal atau hati
- Mengalami gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh
- Sedang menjalani pengobatan, misalnya kemoterapi
- Wanita hamil
- Ibu menyusui
- Pernah mengalami gangguan ritme jantung
Puasa pada dasarnya membiasakan manusia untuk mengendalikan diri, baik
secara psikis maupun fisik. Manfaat dari berpuasa bisa Anda rasakan jika
Anda menjalani puasa dengan benar, seperti dengan pola makan seimbang
dan istirahat cukup. Namun, jangan memaksakan diri jika kondisi
kesehatan Anda sedang tidak memungkinkan untuk berpuasa. Selain itu,
jika ditemukan gejala sakit akibat berpuasa, periksakan diri ke dokter.

About the Author
0 komentar: