Pages

Latest Posts

Kamis, 01 Juni 2017



Hikmah dari menjalankan puasa ramadhan bagi yang menjalankannya adalah:
1. Melatih diri Untuk menjadi pribadi yang Lebih tabah dan sabar
Di bulan ramadhan , seperti yang telah di bahas sebelumnya bahwasannya , kita menjalankan puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus . Akan tetapi dengan kita melakukan puasa ramadhan maka kita akan dilatih untuk terbiasa dapat menahan amarah , serta tidak berburuk sangka terhadap orang lain . Dan kita juga akan terbiasa untuk bersabar menghadapi sesuatu , tidak mudah untuk terpancing oleh omongan – omongan orang lain tentang diri kita .
Maka , dengan demikian kita dapat menjadi pribadi yang sabar dan tabah bukan hanya di bulan ramadhan , namun di bulan – bulan selanjutnya .
2. Tercapainya derajat ketaqwaan seseorang 
Dengan menjalankan ibadah puasa , maka seseorang akan menjalankan kebaikan – kebaikan seperti yang Allah swt perintahkan dan menjauhi semua larangan Allah swt . Dengan demikian , maka dengan menjalankan ibadah puasa maka seseorang mampu menjadi pribadi yang lebih bertaqwa lagi kepada Allah swt . Dan di bulan ramadhan juga , kita sebagai orang muslim yang menjalankan ibadah puasa akan merasa selalu di awasi oleh Allah swt , semangat untuk melakukan hal – hal yang diperintahkan oleh Allah swt serta lebih mendekatkan diri kepada Allah. Maka dari itu , hikamah dari berpuasa ramadhan adalah menjadikan seseorang bertaqwa kepada Allah swt . 
3. Melatih seseorang menjadi lebih menghargai waktu ( lebih disiplin ) 
Seseorang yang menjalankan puasa , maka hidupnya akan lebih teratur . Sebagai contoh kita yang tidak terbiasa bangun pagi , dengan menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan maka kita akan lebih teratur bangun pagi untuk menjalankan makan sahur . Dan bagi yang makannya tidak teratur dengan puasa makannya akan teratur yaitu ketika sahur dan berbuka puasa . Dengan terbiasanya bangun pagi , maka di bulan – bulan selanjutnya hidupnya akan teratur dan yang pasti tidak malas untuk bangun pagi .
4. Melatih seseorang menjadi lebih Bersyukur 
Disaat kita menjalankan ibadah puasa , kita hanya makan dua kali di saat berbuka puasa dan waktu sahur . Dengan demikian , maka kita akan lebih merasa bersyukur dengan apa yang kita makan  selama ini ketika kita tidak berpuasa . Dengan demikian rasa syukur itu akan muncul pada diri seseorang tersebut .
5. Menjadikan seseorang Lebih pedulli terhadap sesama 
Sesama muslim adalah saudara . Dan ikatan itu di bulan ramadhan sangat terjalin dengan erat . Hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh diantaranya adalah :
  • Memberi makan tajil untuk berbuka , secara cuma – cuma ( berbuka puasa gratis )
  • Shalat berjama’ah
  • Saling berbagi ilmu agama
Dan kebiasaan ini , akan terjalin dan terbiasa di bulan – bulan di luar bulan ramadhan .
6. Mempererat silaturahmi
Dengan kita menjalankan ibadah puasa , dan kita setiap malam menjalankan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengaji di masjid . Maka dengan adanya kegiatan seperti itu setiap hari dan menjadikan setiap hari bertemu , maka yang awalnya tidak pernah bertemu menjadi bertemu yang biasanya tidak akrab menjadi akrab . Dan kebiasaan ini juga akan berlanjut di bulan – bulan di luar bulan ramadhan .
7. Semua hal yang dilakukan adalah ibadah 
Semua hal atau perbuatan baik bernilai ibadah . Apalagi di bulan ramadhan , bulan dimana pahala kita dilipatgandakan . Dengan membiasakan diri dbulan ramadhan untuk berbuat baik , maka kita akan terbiasa di hari – hari di bulan di luar bulan ramadhan .
8. Membiasakan diri untuk berhati – hati dalam berbuat 
Dengan menjalankan ibadah puasa , maka kita akan menghidari hal – hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita yaitu dengan menjaga lisan , perbuatan dan hati . Dengan demikian setelah kita membiasakan diri berbuat baik di bulan ramadhan , kita akan terbiasa serta akan berhati – hati dalam bertindak . Karena ingat bahwa Allah swt mengetahui semua hal yang kita kerjakan .
9. Melatih diri untuk Hidup sederhana
Ketika kita makan di waktu berbuka , pasti kita akan merasakan betapa nikmatnya berbuka puasa tersebut walaupun berbuka hanya dengan air putih dan sesuap nasi . Dengan merasakan hal itu , pasti kita akan sadar dan kita akan lebih menghargai makanan serta akan melatih diri kita untuk lebih sederhana dalam hidup . Karena sesungguhnya Allah swt tidak menyukai dengan hal yang berlebihan . Dan lebih menyukai hal yang sederhana .
10. Menunjukkan Keseimbangan Hidup
Berpuasa , adalah bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah swt . Dan sesungguhnya Ibadah adalah kewajiban kita sebagai manusia sebagi seorang hamba Allah swt . Dengan menjalankan puasa di bulan ramadhan , maka kita telah menjalankan kewajiban untuk bekal kelak di akhirat .
Serta keseimbangan hidup kita yaitu kebutuhan dunia dan akhirat , dengan kata lain dengan berpuasa maka kita telah menjalankan kebutuhan akhirat dan sejenak meninggalkan kebutuhan dunia . Karena kebutuhan dunia jika akan diikuti bakal tidak ada ujungnya atau dengan kata lain kepuasan dari diri manusia tidak ada ujungnya . Namun yang perlu diingat kepentingan dunia dan akhirat harus seimbang .
11. Setiap ibadah , memiliki tujuan 
Semua hal yang kita lakukan , pasti memiliki tujuan dan maksud . Begitupun dengan ibadah puasa , kita menjalankan ibadah puasa dengan tujuan untuk melatih diri supaya tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh Allah swt . Serta melatih diri untuk lebih bertaqwa kepada Allah swt .
12. Menjadi pribadi yang lebih baik
Ketika menjalankan ibadah puasa , kita harus menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa . Siapa sih yang menginginkan pahala puasa kita berkurang  dan hanya mendapat rasa lapar dan haus . Tentu tidak bukan ? Maka kita harus dapat mengontrol emosi , serta perbuatan – perbutan yang buruk .
Dan seharusnya , walaupun kita telah tidak berada di bulan ramadhan hendaknya kebaikan – kebaikan yang dilakukan di bulan ramadhan tetap berlanjut di bulan selanjutnya . Dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik .

Hikmah Puasa



Hikmah dari menjalankan puasa ramadhan bagi yang menjalankannya adalah:
1. Melatih diri Untuk menjadi pribadi yang Lebih tabah dan sabar
Di bulan ramadhan , seperti yang telah di bahas sebelumnya bahwasannya , kita menjalankan puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus . Akan tetapi dengan kita melakukan puasa ramadhan maka kita akan dilatih untuk terbiasa dapat menahan amarah , serta tidak berburuk sangka terhadap orang lain . Dan kita juga akan terbiasa untuk bersabar menghadapi sesuatu , tidak mudah untuk terpancing oleh omongan – omongan orang lain tentang diri kita .
Maka , dengan demikian kita dapat menjadi pribadi yang sabar dan tabah bukan hanya di bulan ramadhan , namun di bulan – bulan selanjutnya .
2. Tercapainya derajat ketaqwaan seseorang 
Dengan menjalankan ibadah puasa , maka seseorang akan menjalankan kebaikan – kebaikan seperti yang Allah swt perintahkan dan menjauhi semua larangan Allah swt . Dengan demikian , maka dengan menjalankan ibadah puasa maka seseorang mampu menjadi pribadi yang lebih bertaqwa lagi kepada Allah swt . Dan di bulan ramadhan juga , kita sebagai orang muslim yang menjalankan ibadah puasa akan merasa selalu di awasi oleh Allah swt , semangat untuk melakukan hal – hal yang diperintahkan oleh Allah swt serta lebih mendekatkan diri kepada Allah. Maka dari itu , hikamah dari berpuasa ramadhan adalah menjadikan seseorang bertaqwa kepada Allah swt . 
3. Melatih seseorang menjadi lebih menghargai waktu ( lebih disiplin ) 
Seseorang yang menjalankan puasa , maka hidupnya akan lebih teratur . Sebagai contoh kita yang tidak terbiasa bangun pagi , dengan menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan maka kita akan lebih teratur bangun pagi untuk menjalankan makan sahur . Dan bagi yang makannya tidak teratur dengan puasa makannya akan teratur yaitu ketika sahur dan berbuka puasa . Dengan terbiasanya bangun pagi , maka di bulan – bulan selanjutnya hidupnya akan teratur dan yang pasti tidak malas untuk bangun pagi .
4. Melatih seseorang menjadi lebih Bersyukur 
Disaat kita menjalankan ibadah puasa , kita hanya makan dua kali di saat berbuka puasa dan waktu sahur . Dengan demikian , maka kita akan lebih merasa bersyukur dengan apa yang kita makan  selama ini ketika kita tidak berpuasa . Dengan demikian rasa syukur itu akan muncul pada diri seseorang tersebut .
5. Menjadikan seseorang Lebih pedulli terhadap sesama 
Sesama muslim adalah saudara . Dan ikatan itu di bulan ramadhan sangat terjalin dengan erat . Hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh diantaranya adalah :
  • Memberi makan tajil untuk berbuka , secara cuma – cuma ( berbuka puasa gratis )
  • Shalat berjama’ah
  • Saling berbagi ilmu agama
Dan kebiasaan ini , akan terjalin dan terbiasa di bulan – bulan di luar bulan ramadhan .
6. Mempererat silaturahmi
Dengan kita menjalankan ibadah puasa , dan kita setiap malam menjalankan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengaji di masjid . Maka dengan adanya kegiatan seperti itu setiap hari dan menjadikan setiap hari bertemu , maka yang awalnya tidak pernah bertemu menjadi bertemu yang biasanya tidak akrab menjadi akrab . Dan kebiasaan ini juga akan berlanjut di bulan – bulan di luar bulan ramadhan .
7. Semua hal yang dilakukan adalah ibadah 
Semua hal atau perbuatan baik bernilai ibadah . Apalagi di bulan ramadhan , bulan dimana pahala kita dilipatgandakan . Dengan membiasakan diri dbulan ramadhan untuk berbuat baik , maka kita akan terbiasa di hari – hari di bulan di luar bulan ramadhan .
8. Membiasakan diri untuk berhati – hati dalam berbuat 
Dengan menjalankan ibadah puasa , maka kita akan menghidari hal – hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita yaitu dengan menjaga lisan , perbuatan dan hati . Dengan demikian setelah kita membiasakan diri berbuat baik di bulan ramadhan , kita akan terbiasa serta akan berhati – hati dalam bertindak . Karena ingat bahwa Allah swt mengetahui semua hal yang kita kerjakan .
9. Melatih diri untuk Hidup sederhana
Ketika kita makan di waktu berbuka , pasti kita akan merasakan betapa nikmatnya berbuka puasa tersebut walaupun berbuka hanya dengan air putih dan sesuap nasi . Dengan merasakan hal itu , pasti kita akan sadar dan kita akan lebih menghargai makanan serta akan melatih diri kita untuk lebih sederhana dalam hidup . Karena sesungguhnya Allah swt tidak menyukai dengan hal yang berlebihan . Dan lebih menyukai hal yang sederhana .
10. Menunjukkan Keseimbangan Hidup
Berpuasa , adalah bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah swt . Dan sesungguhnya Ibadah adalah kewajiban kita sebagai manusia sebagi seorang hamba Allah swt . Dengan menjalankan puasa di bulan ramadhan , maka kita telah menjalankan kewajiban untuk bekal kelak di akhirat .
Serta keseimbangan hidup kita yaitu kebutuhan dunia dan akhirat , dengan kata lain dengan berpuasa maka kita telah menjalankan kebutuhan akhirat dan sejenak meninggalkan kebutuhan dunia . Karena kebutuhan dunia jika akan diikuti bakal tidak ada ujungnya atau dengan kata lain kepuasan dari diri manusia tidak ada ujungnya . Namun yang perlu diingat kepentingan dunia dan akhirat harus seimbang .
11. Setiap ibadah , memiliki tujuan 
Semua hal yang kita lakukan , pasti memiliki tujuan dan maksud . Begitupun dengan ibadah puasa , kita menjalankan ibadah puasa dengan tujuan untuk melatih diri supaya tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh Allah swt . Serta melatih diri untuk lebih bertaqwa kepada Allah swt .
12. Menjadi pribadi yang lebih baik
Ketika menjalankan ibadah puasa , kita harus menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa . Siapa sih yang menginginkan pahala puasa kita berkurang  dan hanya mendapat rasa lapar dan haus . Tentu tidak bukan ? Maka kita harus dapat mengontrol emosi , serta perbuatan – perbutan yang buruk .
Dan seharusnya , walaupun kita telah tidak berada di bulan ramadhan hendaknya kebaikan – kebaikan yang dilakukan di bulan ramadhan tetap berlanjut di bulan selanjutnya . Dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik .

0 komentar:


Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi bagi sebagian orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri sendiri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental. Ada beragam manfaat puasa lainnya untuk kesehatan fisik seperti berikut ini.
  • Membantu memperbaiki kondisi medis.
Berpuasa, diiringi dengan pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya, dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Menyehatkan jantung.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa.
Selain itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes. Namun demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih menyeluruh. Ingatlah bahwa untuk menjaga kesehatan jantung, faktor-faktor lain, seperti pola makan dan olahraga teratur, memiliki peranan yang besar.
  • Mengurangi risiko kanker.
Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus membuktikan bahwa hal ini mampu mengurangi risiko kanker. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berlaku pada manusia.
  • Menjaga berat badan.
Pembakaran lemak menjadi energi dapat membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Turunnya berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan darah.
Di sisi lain, berat badan memang akan turun jika Anda seharian tidak makan dan tidak mendapat asupan kalori seperti biasanya, namun bisa naik kembali pada saat Anda tidak berpuasa. Hal ini karena ketika berpuasa, Anda kehilangan cairan, bukan berat badan substansial. Terlebih lagi ketika berbuka puasa, Anda justru melampiaskan nafsu makan.
Oleh karena itu, penting untuk tetap mengendalikan makan pada saat Anda tidak berpuasa. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung cukup energi, seperti serat, protein, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang seimbang. Pola makan yang sehat dan seimbang, serta asupan cairan yang cukup dapat membantu menjaga berat badan Anda.

Kondisi Yang Berisiko untuk Berpuasa

Selain bermanfaat, puasa dapat menjadi berbahaya ketika Anda melakukannya tanpa makan sahur atau saat kondisi tubuh tidak sehat. Berikut beberapa kondisi yang berisiko untuk berpuasa.
  • Memiliki tekanan darah rendah atau hipotensi
  • Kurang darah atau anemia
  • Diabetes
  • Gangguan makan
  • Memiliki masalah ginjal atau hati
  • Mengalami gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Sedang menjalani pengobatan, misalnya kemoterapi
  • Wanita hamil
  • Ibu menyusui
  • Pernah mengalami gangguan ritme jantung
Puasa pada dasarnya membiasakan manusia untuk mengendalikan diri, baik secara psikis maupun fisik. Manfaat dari berpuasa bisa Anda rasakan jika Anda menjalani puasa dengan benar, seperti dengan pola makan seimbang dan istirahat cukup. Namun, jangan memaksakan diri jika kondisi kesehatan Anda sedang tidak memungkinkan untuk berpuasa. Selain itu, jika ditemukan gejala sakit akibat berpuasa, periksakan diri ke dokter.

Manfaat Puasa


Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi bagi sebagian orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri sendiri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental. Ada beragam manfaat puasa lainnya untuk kesehatan fisik seperti berikut ini.
  • Membantu memperbaiki kondisi medis.
Berpuasa, diiringi dengan pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya, dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Menyehatkan jantung.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa.
Selain itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes. Namun demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih menyeluruh. Ingatlah bahwa untuk menjaga kesehatan jantung, faktor-faktor lain, seperti pola makan dan olahraga teratur, memiliki peranan yang besar.
  • Mengurangi risiko kanker.
Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus membuktikan bahwa hal ini mampu mengurangi risiko kanker. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berlaku pada manusia.
  • Menjaga berat badan.
Pembakaran lemak menjadi energi dapat membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Turunnya berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan darah.
Di sisi lain, berat badan memang akan turun jika Anda seharian tidak makan dan tidak mendapat asupan kalori seperti biasanya, namun bisa naik kembali pada saat Anda tidak berpuasa. Hal ini karena ketika berpuasa, Anda kehilangan cairan, bukan berat badan substansial. Terlebih lagi ketika berbuka puasa, Anda justru melampiaskan nafsu makan.
Oleh karena itu, penting untuk tetap mengendalikan makan pada saat Anda tidak berpuasa. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung cukup energi, seperti serat, protein, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang seimbang. Pola makan yang sehat dan seimbang, serta asupan cairan yang cukup dapat membantu menjaga berat badan Anda.

Kondisi Yang Berisiko untuk Berpuasa

Selain bermanfaat, puasa dapat menjadi berbahaya ketika Anda melakukannya tanpa makan sahur atau saat kondisi tubuh tidak sehat. Berikut beberapa kondisi yang berisiko untuk berpuasa.
  • Memiliki tekanan darah rendah atau hipotensi
  • Kurang darah atau anemia
  • Diabetes
  • Gangguan makan
  • Memiliki masalah ginjal atau hati
  • Mengalami gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Sedang menjalani pengobatan, misalnya kemoterapi
  • Wanita hamil
  • Ibu menyusui
  • Pernah mengalami gangguan ritme jantung
Puasa pada dasarnya membiasakan manusia untuk mengendalikan diri, baik secara psikis maupun fisik. Manfaat dari berpuasa bisa Anda rasakan jika Anda menjalani puasa dengan benar, seperti dengan pola makan seimbang dan istirahat cukup. Namun, jangan memaksakan diri jika kondisi kesehatan Anda sedang tidak memungkinkan untuk berpuasa. Selain itu, jika ditemukan gejala sakit akibat berpuasa, periksakan diri ke dokter.

0 komentar:

Sholat wajib ada 5 waktu, mulai dari Subuh di kala fajar, dzuhur dan ashar di kala siang, serta maghrib dan isya di kala malam. Nah, bila di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang bacaan niat sholat subuh, di artikel kali ini kita akan melanjutkan bahasan yaitu tentang niat sholat dzuhur.

Sumber: http://doaniatsholat.blogspot.com/2017/02/niat-shalat-dzuhur-sebagai-imam-makmum.html
Disalin dari Blog Doa Niat Sholat.
Sholat wajib ada 5 waktu, mulai dari Subuh di kala fajar, dzuhur dan ashar di kala siang, serta maghrib dan isya di kala malam. Nah, bila di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang bacaan niat sholat subuh, di artikel kali ini kita akan melanjutkan bahasan yaitu tentang niat sholat dzuhur.

Sumber: http://doaniatsholat.blogspot.com/2017/02/niat-shalat-dzuhur-sebagai-imam-makmum.html
Disalin dari Blog Doa Niat Sholat.

Shalat Dzuhur Berjamaah

Sholat wajib ada 5 waktu, mulai dari Subuh di kala fajar, dzuhur dan ashar di kala siang, serta maghrib dan isya di kala malam. Nah, bila di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang bacaan niat sholat subuh, di artikel kali ini kita akan melanjutkan bahasan yaitu tentang niat sholat dzuhur.

Sumber: http://doaniatsholat.blogspot.com/2017/02/niat-shalat-dzuhur-sebagai-imam-makmum.html
Disalin dari Blog Doa Niat Sholat.
Sholat wajib ada 5 waktu, mulai dari Subuh di kala fajar, dzuhur dan ashar di kala siang, serta maghrib dan isya di kala malam. Nah, bila di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang bacaan niat sholat subuh, di artikel kali ini kita akan melanjutkan bahasan yaitu tentang niat sholat dzuhur.

Sumber: http://doaniatsholat.blogspot.com/2017/02/niat-shalat-dzuhur-sebagai-imam-makmum.html
Disalin dari Blog Doa Niat Sholat.

0 komentar:




Shalat Duha (Arab: صلاة الضحى) adalah salat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu duha. Waktu duha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.
Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, 5: 286; Abu Daud, no. 1289; At Tirmidzi, no. 475; Ad Darimi, no. 1451 . Syaikh Al-Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ‎shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِى أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ
Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad, 4: 153. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi kitab shahih kecuali Nu’aim bin Himar termasuk dalam perawi Abu Daud dan An-Nasa’i).‎
Al-‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aun Al-Ma’bud, 4: 118)

Shalat Dhuha




Shalat Duha (Arab: صلاة الضحى) adalah salat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu duha. Waktu duha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.
Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, 5: 286; Abu Daud, no. 1289; At Tirmidzi, no. 475; Ad Darimi, no. 1451 . Syaikh Al-Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ‎shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِى أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ
Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad, 4: 153. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi kitab shahih kecuali Nu’aim bin Himar termasuk dalam perawi Abu Daud dan An-Nasa’i).‎
Al-‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aun Al-Ma’bud, 4: 118)

0 komentar:




Hikmah dan manfaat tadarus al qur'an di bulan ramadhan - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tadarus artinya membaca kitab suci al-qur’an secara bersama-sama di masjid atau musholla pada bulan ramadhan. Tadarus al-qur’an adalah salah satu ibadah yang paling utama di bulan ramadhan selain berpuasa di siang harinya dan solat tarawih pada malamnya. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari tadarus al-qur’an, berikut diantaranya :

1. Pahala yang semakin dilipat gandakan
Di bulan suci ramadhan semua amal ibadah yang dikerjakan manusia akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Termasuk membaca al-qur’an. Tak hanya membaca,  bahkan hanya mendengar dan  melihatnyapun kita akan diganjar pahala oleh Allah SWT. Jika kita sedang tadarus al-qur’an itu artiya kita sudah menjalankan semuanya. Satu huruf saja kita membaca al-qur’an, itu akan diganjar sepuluh kebaikan oleh Allah SWT. Sekarang coba kita bayangkan berapa huruf sudah kita membacanya saat tadarus al-qur’an. Semoga itu semua terhitung sebagai amal ibadah kita amin.

2. Silaturrahmi dengan kerabat
Saat kita tadarusan di masjid atau mushalla, kita juga telah menyambung silaturrahmi dengan masyarakat, kerabat dan handaitolan yang ada disekitar rumah kita. Dengan begitu kita telah memperkuat ukhwah persaudaraan kita sebagai umat muslim.

3. Beribadah sambil rekreasi
Dengan bertemu dan saling berbagi cerita dengan teman – teman saat tadarusan itu juga bermanfaat untuk mengatasi stres dengan pekerjaan yang telah kita jalani disiang harinya. Dengan begitu selain menjalankan ibadah, tadarus al-qur’an  juga punya hikmah sebagai sarana rekreasi menghilangkan stres bagi kita.

4. Menambah ilmu membaca al-qur’an
Tentunya dalam tadarus al-qur’an kita bisa bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat, para ustadz-ustadz, dan kiyai-kiyai yang ada di lingkungan tempat tinggal kita yang tentunya juga punya pengetahuan yang lebih mendalam tentang bagaimana membaca al-qur’an dengan baik dan benar. Dengan mengaji bersama beliau – beliau kita tentunya secara tidak sengaja juga akan diajarkan. Dengan begitu pengetahuan kita tentang tatacara membaca al-qur’an atau ilmu tajwid kita akan semakin bertambah.

5. Belajar tentang sikap terbuka dalam masyarakat
Saat kita saling menyimak dalam tadarusan itu juga punyai nilai tersendiri yang patut kita ambil hikmahnya. Yaitu keterbukaan dalam bermasyarakat. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat tentunya tidak lepas dari persoalan-persoalan yang amat banyak. Dari mulai yang sepele hingga yang amat rumit sekali. Dalam bergaul dalam masyarakat juga tentunya masing-masing  kita, tidak lepas dari khilaf dan salah.

Tadarus Al-Qur'an




Hikmah dan manfaat tadarus al qur'an di bulan ramadhan - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tadarus artinya membaca kitab suci al-qur’an secara bersama-sama di masjid atau musholla pada bulan ramadhan. Tadarus al-qur’an adalah salah satu ibadah yang paling utama di bulan ramadhan selain berpuasa di siang harinya dan solat tarawih pada malamnya. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari tadarus al-qur’an, berikut diantaranya :

1. Pahala yang semakin dilipat gandakan
Di bulan suci ramadhan semua amal ibadah yang dikerjakan manusia akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Termasuk membaca al-qur’an. Tak hanya membaca,  bahkan hanya mendengar dan  melihatnyapun kita akan diganjar pahala oleh Allah SWT. Jika kita sedang tadarus al-qur’an itu artiya kita sudah menjalankan semuanya. Satu huruf saja kita membaca al-qur’an, itu akan diganjar sepuluh kebaikan oleh Allah SWT. Sekarang coba kita bayangkan berapa huruf sudah kita membacanya saat tadarus al-qur’an. Semoga itu semua terhitung sebagai amal ibadah kita amin.

2. Silaturrahmi dengan kerabat
Saat kita tadarusan di masjid atau mushalla, kita juga telah menyambung silaturrahmi dengan masyarakat, kerabat dan handaitolan yang ada disekitar rumah kita. Dengan begitu kita telah memperkuat ukhwah persaudaraan kita sebagai umat muslim.

3. Beribadah sambil rekreasi
Dengan bertemu dan saling berbagi cerita dengan teman – teman saat tadarusan itu juga bermanfaat untuk mengatasi stres dengan pekerjaan yang telah kita jalani disiang harinya. Dengan begitu selain menjalankan ibadah, tadarus al-qur’an  juga punya hikmah sebagai sarana rekreasi menghilangkan stres bagi kita.

4. Menambah ilmu membaca al-qur’an
Tentunya dalam tadarus al-qur’an kita bisa bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat, para ustadz-ustadz, dan kiyai-kiyai yang ada di lingkungan tempat tinggal kita yang tentunya juga punya pengetahuan yang lebih mendalam tentang bagaimana membaca al-qur’an dengan baik dan benar. Dengan mengaji bersama beliau – beliau kita tentunya secara tidak sengaja juga akan diajarkan. Dengan begitu pengetahuan kita tentang tatacara membaca al-qur’an atau ilmu tajwid kita akan semakin bertambah.

5. Belajar tentang sikap terbuka dalam masyarakat
Saat kita saling menyimak dalam tadarusan itu juga punyai nilai tersendiri yang patut kita ambil hikmahnya. Yaitu keterbukaan dalam bermasyarakat. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat tentunya tidak lepas dari persoalan-persoalan yang amat banyak. Dari mulai yang sepele hingga yang amat rumit sekali. Dalam bergaul dalam masyarakat juga tentunya masing-masing  kita, tidak lepas dari khilaf dan salah.

0 komentar:


Arti sebenarnya dari ta’jil alias takjil adalah kegiatan penyegaran untuk membatalkan puasa dengan memakan atau minum sesuatu. Namun ini mengalami pergeseran makna menjadi makanan pembuka berbuka puasa. Kegiatan berbagi ta’jil gratis di bulan Ramadan biasanya dilakukan oleh komunitas, organisasi atau badan tertentu kepada orang-orang yang berada di jalan mendengar waktu Buka Puasa. Kamu pernah mendapat ta’jil gratis?

Pembagian Ta'jil


Arti sebenarnya dari ta’jil alias takjil adalah kegiatan penyegaran untuk membatalkan puasa dengan memakan atau minum sesuatu. Namun ini mengalami pergeseran makna menjadi makanan pembuka berbuka puasa. Kegiatan berbagi ta’jil gratis di bulan Ramadan biasanya dilakukan oleh komunitas, organisasi atau badan tertentu kepada orang-orang yang berada di jalan mendengar waktu Buka Puasa. Kamu pernah mendapat ta’jil gratis?

0 komentar:



Ibadah dan amal baik yang dilakukan pada bulan Ramadan akan berlipat ganda. Bulan Ramadan ini menjadi ladang pahala bagi kita, jadi wajar jika dimanfaatkan oleh sebagian besar kaum Muslimin untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi jangan heran jika pada bulan Ramadan ini suasana masjid akan lebih ramai dari biasanya, orang-orang akan Shalat dan melakukan ibadah lainnya secara bersama-sama.

Beribadah Bersama



Ibadah dan amal baik yang dilakukan pada bulan Ramadan akan berlipat ganda. Bulan Ramadan ini menjadi ladang pahala bagi kita, jadi wajar jika dimanfaatkan oleh sebagian besar kaum Muslimin untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi jangan heran jika pada bulan Ramadan ini suasana masjid akan lebih ramai dari biasanya, orang-orang akan Shalat dan melakukan ibadah lainnya secara bersama-sama.

0 komentar:



Kegiatan Sahur on the Road identik dengan kegiatan beramal. Biasanya Sahur on the Road dilakukan sejak dini hari, kemudian berkeliling kota sambil membawa bingkisan nasi dan dibagikan kepada orang-orang yang ada di jalan. Indahnya berbagi ya?

Sahur on the Road



Kegiatan Sahur on the Road identik dengan kegiatan beramal. Biasanya Sahur on the Road dilakukan sejak dini hari, kemudian berkeliling kota sambil membawa bingkisan nasi dan dibagikan kepada orang-orang yang ada di jalan. Indahnya berbagi ya?

0 komentar:




Saat bulan Ramadhan, buka puasa bersama pasti sudah menjadi agenda wajib. Kadang moment buka puasa ini pun dimanfaatkan sebagai moment untuk reuni atau kumpul bareng keluarga, sahabat atau teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Buka puasa bersama memang seru sampai lupa waktu, Shalat Maghribnya jangan sampai kelupaan ya.

Buka Puasa Bersama




Saat bulan Ramadhan, buka puasa bersama pasti sudah menjadi agenda wajib. Kadang moment buka puasa ini pun dimanfaatkan sebagai moment untuk reuni atau kumpul bareng keluarga, sahabat atau teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Buka puasa bersama memang seru sampai lupa waktu, Shalat Maghribnya jangan sampai kelupaan ya.

0 komentar:



Kata Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang berarti menunggu senja. Namun istilah ini lebih dikenal dengan saat-saat menunggu waktu berbuka puasa. Waktu menunggu hingga Adzan Maghrib ini biasanya dimanfaatkan dengan jalan-jalan, olahraga, mengaji bersama di masjid, nongkrong di taman kota atau sekedar berkumpul bersama keluarga. Sesederhana apapun kegiatan ngabuburit pastinya akan seru karena diakhiri dengan Buka Puasa.
Namun jika diteliti lebih mendalam, istilah kata “burit” tidak ada hubungannya dengan puasa saja. Mungkin karena buka puasa itu dilakukan saat petang (Maghrib), dimana peralihan antara sore dan malam. Maka pada akhirnya istilah Ngabuburit pun digunakan, diucapakan oleh dan dikenal banyak orang, karena artinya dipersempit menjadi menunggu saatnya berbuka puasa.
Ngabuburit sendiri dapat saya katakan sudah menjadi tren atau sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan begitu saja dari bulan puasa Ra­ma­dhan. Karena fenomena Ngabuburit saat bulan puasa Ramadhan sudah begitu memasyarakat.

Ngabuburit



Kata Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang berarti menunggu senja. Namun istilah ini lebih dikenal dengan saat-saat menunggu waktu berbuka puasa. Waktu menunggu hingga Adzan Maghrib ini biasanya dimanfaatkan dengan jalan-jalan, olahraga, mengaji bersama di masjid, nongkrong di taman kota atau sekedar berkumpul bersama keluarga. Sesederhana apapun kegiatan ngabuburit pastinya akan seru karena diakhiri dengan Buka Puasa.
Namun jika diteliti lebih mendalam, istilah kata “burit” tidak ada hubungannya dengan puasa saja. Mungkin karena buka puasa itu dilakukan saat petang (Maghrib), dimana peralihan antara sore dan malam. Maka pada akhirnya istilah Ngabuburit pun digunakan, diucapakan oleh dan dikenal banyak orang, karena artinya dipersempit menjadi menunggu saatnya berbuka puasa.
Ngabuburit sendiri dapat saya katakan sudah menjadi tren atau sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan begitu saja dari bulan puasa Ra­ma­dhan. Karena fenomena Ngabuburit saat bulan puasa Ramadhan sudah begitu memasyarakat.

0 komentar:


Makna puasa dalam bahasa Arab adalah '' shaum '' dan'' '' Siyam . Kata " shaum " berarti " untuk menjauhkan diri dari sesuatu, menahan diri , untuk mencegah diri dalam bahasa Arab .
Dalam istilah fikih, itu berarti " untuk menjauhkan diri dari makan , minum dan hubungan suami-istri ( jima ) antara suami dan istri dari fajar sampai matahari terbenam ( maghrib ) dengan sadar dan dengan mencari tujuan .
Puasa menurut Islam lebih universal, dan bukan hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, namun juga menahan diri dari semua hal yang dilarang oleh Allah, seperti contoh bertahan dari godaan maksiat dan menjauhi perbuatan keji, juga menjauhi perbuatan yang tidak terpuji lahir dan batin. Puasa di bulan Ramadhan, merupakan bulan untuk perenungan dan intropeksi mengenai perilaku diri, dan sekaligus mengakui kelebihan dari orang lain. Oleh karena sedang berpuasa, maka mulut akan terjaga dari kata-kata kotor, caci maki, mengumbar aib orang dan berusaha untuk tidak menyakiti perasaan orang lain.
Umat Islam diwajibkan menjalani puasa (Q.S.Al-Baqarah:183) dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Syarat paling penting dalam berpuasa adalah Niat. Tanpa niat semua hal yang kita lakukan takkan berarti. Miat puasa ini harus dilakukan dalam hati, karena percuma saja, jika kita berniat puasa tetapi hati kita koaong. Maka dari itu, selain diucapkan dengan kata-kata, kita harus berniat dalam lubuk hati yang paling dalam. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dari Allah. Setiap waktu luang yang ada selama menjalankan puasa, dapat diisi dengan pertaubatan atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, banyak berdoa dan berzikir juga bersedekah kepada fakir miskin, dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

Apa Arti Puasa?


Makna puasa dalam bahasa Arab adalah '' shaum '' dan'' '' Siyam . Kata " shaum " berarti " untuk menjauhkan diri dari sesuatu, menahan diri , untuk mencegah diri dalam bahasa Arab .
Dalam istilah fikih, itu berarti " untuk menjauhkan diri dari makan , minum dan hubungan suami-istri ( jima ) antara suami dan istri dari fajar sampai matahari terbenam ( maghrib ) dengan sadar dan dengan mencari tujuan .
Puasa menurut Islam lebih universal, dan bukan hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, namun juga menahan diri dari semua hal yang dilarang oleh Allah, seperti contoh bertahan dari godaan maksiat dan menjauhi perbuatan keji, juga menjauhi perbuatan yang tidak terpuji lahir dan batin. Puasa di bulan Ramadhan, merupakan bulan untuk perenungan dan intropeksi mengenai perilaku diri, dan sekaligus mengakui kelebihan dari orang lain. Oleh karena sedang berpuasa, maka mulut akan terjaga dari kata-kata kotor, caci maki, mengumbar aib orang dan berusaha untuk tidak menyakiti perasaan orang lain.
Umat Islam diwajibkan menjalani puasa (Q.S.Al-Baqarah:183) dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Syarat paling penting dalam berpuasa adalah Niat. Tanpa niat semua hal yang kita lakukan takkan berarti. Miat puasa ini harus dilakukan dalam hati, karena percuma saja, jika kita berniat puasa tetapi hati kita koaong. Maka dari itu, selain diucapkan dengan kata-kata, kita harus berniat dalam lubuk hati yang paling dalam. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dari Allah. Setiap waktu luang yang ada selama menjalankan puasa, dapat diisi dengan pertaubatan atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, banyak berdoa dan berzikir juga bersedekah kepada fakir miskin, dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

0 komentar:

Follow us

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Cari Blog Ini

Popular Posts

Become our Fan

Pages - Menu

back to top